Universitas Diponegoro Kedokteran

universitas diponegoro kedokteran

universitas diponegoro kedokteran

Universitas Diponegoro Kedokteran menawarkan berbagai ragam keilmuan bagi para calon mahasiswanya. Salah satu yang menjadi andalan adalah ilmu tentang kedokterannya. Kedokteran Undip memiliki cerita sejarah yang panjang dalam proses pendiriannya.

Pada awal didirikan, Universitas Diponegoro memiliki nama Universitas Semarang. Pada 1957, universitas ini mulai membuka pendaftaran bagi siapa pun yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Hingga akhirnya pada 1960, Universitas Semarang resmi berganti nama menjadi Universitas Diponegoro berkat adanya perundingan antara panitia pendiri universitas dengan Presiden Soekarno.

Latar belakang didirikannya Universitas Diponegoro Kedokteran adalah kebutuhan pemerintah Semarang akan sumber daya masyarakatnya. Pada saat itu satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Tengah hanyalah Universitas Gadjah Mada, sehingga banyak putra-putra Semarang yang pergi meninggalkan kota kelahirannya untuk melanjutkan pendidikan di Yogyakarta. Dampak yang terjadi adalah Semarang banyak ‘kehilangan’ putra-putra daerah mereka yang pintar dalam hal akademik.

Sejarah Universitas Diponegoro Kedokteran

Sebenarnya, pada zaman Jepang di Kota Semarang sudah berdiri sebuah lembaga pendidikan yang mengajarkan tentang ilmu-ilmu kedokteran. Namun, lembaga pendidikan tersebut bubar bersamaan dengan perginya Jepang dari wilayah Indonesia.

Rupanya hal itu sedikit banyak menginspirasi para pendiri Kedokteran Undip untuk mendirikan sebuah lembaga yang sama di kemudian hari. Pada 1955, rencana para perintis Undip untuk membangun kembali sekolah kedokteran ini terbentur berbagai hal. Pemilik yayasan Djojo-bojo pada saat itu tidak bisa mengoordinasikan kepala-kepala instansi kesehatan terkait.

Pada 1960, para tetinggi Universitas Diponegoro Kedokteran kembali berencana untuk mendirikan sebuah fakultas yang mempelajari ilmu-ilmu kedokteran di dalamnya. Rencana tersebut pun tampaknya mendapatkan banyak kendala. Hingga kemudian rencana untuk mendirikan sebuah sarana pendidikan kedokteran di Universitas Diponegoro baru dapat terwujud pada 1961.

Universitas Diponegoro Kedokteran Kini 

Kedokteran Undip telah banyak ‘menelurkan’ tenaga-tenaga medis profesional. Jumlah lulusan Undip untuk gelar dokter spesialis pada 2001 saja sudah mencapai 1252 lulusan. Begitu pun dengan lulusan gelar dokter dan sarjana yang masing-masing berjumlah 3570 dokter dan 2360 sarjana.

Kedokteran Undip saat ini mempunyai tiga jurusan keilmuan untuk jenjang sarjana, yaitu Ilmu Psikologi, Ilmu Keperawatan, dan Ilmu Gizi. Selain itu, kedokteran Undip juga menyediakan program dokter spesialis bagi lulusannya yang berminat melanjutkan keilmuan pada tingkat yang lebih menjurus.

Fasilitas yang terdapat di Universitas Diponegoro Kedokteran juga sama dengan beberapa fasilitas umum yang terdapat di fakultas kedokteran lain. Seperti perpustakaan dan ruang laboratorium.

Referensi mengenai ilmu-ilmu kedokteran yang terdapat di perpustakaan milik Universitas Diponegoro antara lain berupa jurnal dalam bentuk online, elektronik book, dan buku-buku konvensional yang memiliki jumlah halaman mencapai ratusan lembar.

Artikel Terkait:

  • Tidak Ada Artikel Terkait