Diagnosa Gagal Jantung

http://icon-icons.com/icons2/800/PNG/512/_whatsapp_icon-icons.com_65789.png  : 08111742529 - 08129123920
Dengan Yosef Setyawan

Diagnosa Gagal Jantung

Diagnosa Gagal Jantung

Diagnosa gagal jantung kongestif ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala antara lain : denyut nadi yang lemah dan cepat, tekanan darah menurun, bunyi jantung abnormal, pernafasan lebih dari duapuluh empat kali per menit, kapiler refill lebih dari tiga detik, denyut nadi lebih dari seratus kali per menit, saturasi oksigen menurun, pembengkakan vena leher, penimbunan cairan di dalam paru-paru, pembesaran hati, penambahan berat badan yang cepat, daerah perifer dingin, pembengkakan diseluruh tubuh.

Diagnosa gagal jantung dapat dilihat dari hasil foto rontgen yang menunjukkan adanya pembesaran jantung dan pengumpulan cairan di dalam paru-paru. Hasil pemeriksaan elektrokardiografi menunjukkan adanya gangguan aktivitas listrik jantung (takhikardi, hipertropi ventrikel jantung dan iskemia). Hasil pemeriksaan elektrolit serum yang mengungkapkan kadar natrium yang rendah.

Pengobatan sebagai tindak lanjut diagnosa gagal jantung kongestif bertujuan untuk : mengurangi retensi cairan dan garam, meningkatkan kontraktilitas, dan mengurangi beban jantung. Sedangkan penanganan secara umum meliputi : istirahat, pengaturan suhu dan kelembaban, pemberian oksigen, pemberian cairan dan diet. Pemberian obat-obatan juga diperlukan seperti : obat inotropik (digitalis daninotropik intravena), obat vasodilator (arteriolar dilator), venodilator (nitrat dan nitrogliserin), mixed dilator (prazosin, kaptopril, nitroprusid), obat-obatan disritmia serta diuretik.

Pemberian fasoaktif digunakan untuk mengurangi tekanan ventrikel. Obat ini memperbaiki pengosongan ventrikel dan peningkatan kapasitas vena sehingga tekanan pengisian ventrikel kiri dapat diturunkan.

Tujuan pengobatan diagnosa gagal jantung adalah untuk : mengurangi beban kerja jantung, meningkatkan kekuatan dan efisiensi kontraktilitas miokarium, membuang penumpukan cairan di dalam tubuh dengan memberikan terapi antidiuretik. Terapi diuretik diberikan untuk memacu eksresi natrium dan air melalui ginjal. Penggunaan terapi diuretik harus sangat hati-hati, mengingat efek samping yang ditimbulkan adalah hiponatremia dan hipokalemia.

Artikel Terkait:

  • Tidak Ada Artikel Terkait