Akses Website Lemot? Ayo, Cek Bandwidth!

http://icon-icons.com/icons2/800/PNG/512/_whatsapp_icon-icons.com_65789.png  : 08111742529 - 08129123920
Dengan Yosef Setyawan

Mengecek Bandwidth

Mengecek Bandwidth

Sebagian orang, akan merasa jengkel jika mengunjungi sebuah website, blog atau social media online dengan loading yang lambat. Ada banyak faktor yang membuat website kita susah untuk diakes. Sementara cara mengetahuinya cukup mudah. Yaitu dengan cek bandwidth!

Masalah ini lebih ke masalah bandwith yang Anda gunakan. Jika Anda menggunakan langganan internet dengan kapasitas 2 GB per bulan, maka bandwith yang bisa anda dapatkan kurang dari 2 GB.

Kok, bisa begitu? Memang secara wajar bandwith itu kurang dari promosi yang ditawarkan. Karena perhitungan numerik angka pada kuota atau kapasitas internet yang didapatkan tidaklah mungkin fix sama persis 2 GB perbulan.

Hati-hati jika koneksi Anda lemot, itu menandakan bandwidth Anda bocor.

Contohnya lagi, misalnya Anda membeli sebuah flashdisk USB dengan kapasitas 4 GB maka yang benar-benar bisa Anda gunakan adalah 3,71 GB. Mengapa demikian, karena “sisanya termakan” oleh format flashdisk terlebih dahulu.

Namun akan sangat Aneh jika anda lihat harddisk eksternal dengan kapasitas 500 GB ternyata sangat jauh bahkan bisa 470 GB yang hanya bisa dipakai. Kemana yang 30 GB sisanya? Itu artinya alat, sistem, atau apa pun buatan manusia tidaklah bisa mendekati angka pasti pas.

Jika bandwith bulanan ini habis, maka website tersebut otomatis tidak bisa diakses. Bahkan, jika kuota internet Anda masih penuh sekalipun. Mengapa demikian? Karena bandwith ini bersifat dua arah. Teori ini tidaklah berdasarkan pada apa pun. Namun berdasarkan pengalaman pribadi penulis sendiri. Setiap mengecek bandwith, pertama mengecek bandwith langganan internet sendiri.

Jika Anda mengambil kuota langganan internet adalah 2 GB maka maksimal Anda hanya bisa menggunakan kapasitas internet anda 1,7 GB per bulan. Cek bandwith akhirnya menjadi satu-satunya cara untuk Anda agar selalu berhati-hati menggunakan kuota internet anda dengan bijak. Cek Bandwidh adalah salah satu hal yang patut dicoba.

Mudah saja, Anda yang memakai modem mobile, pastilah sudah ada applikasi terinstal pada modem anda untuk bisa mengecek secara wajar pemakaian bandwith anda. Lagi-lagi Anda harus cek bandwith anda sewaktu-waktu. Lantas bagi yang belum mengerti bandwith ini menganggap bahwa sulitnya sebuah website, blog, social media online, email adalah murni kesalahan server website tersebut.

Benarkah demikian? Sebagai pemilik website tentu tidak ingin disalahkan demikian. Apalagi jika perbedaan pendapat terjadi antara sang pemilik website dan yang mengakses website-nya. Sebuah website juga memiliki kapasitas bandwith. Mungkin anda tidak tahu. Pemilik website selalu cek bandwith secara berkala.

Layaknya langganan internet yang anda gunakan, pemilik website juga memiliki kapasitas berapa bandwith yang harus mereka berikan kepada anda. Bandwith inilah yang membuat blog mereka tetap hidup, dengan artian anda masih bisa mengakses website tersebut setiap saat. Pemilik website mengecek website-nya berkala.

Biasanya perminggu. Melihat traffic yang masuk ke website-nya, berapa visitors baru, berapa visitors yang kembali lagi setelah mengunjungi pertama kali, berapa pages yang dibuka pada website tersebut, dan masih banyak lagi data statistik yang memperhitungkan kapasitas bandwith sebuah website.

Jika dilihat, setiap mengakses sebuah website, bandwith akan berkurang, demikian juga diikuti berkurangnya bandwith sebuah website yang dikunjungi tersebut. Ilustrasi sederhananya demikian, website tersebut siap memberikan bandwith mereka kepada para pengguna internet dengan bayarannya pengguna internet menukarkan informasi, gambar, social media akses dari website tersebut dengan bandwith yang dimiliki si pengguna internet.

Sampai di sini teori ini benar. Sayangnya, jika bandwith ini sebenarnya hanyalah virtual. Jika saja website tersebut tidak memiliki batasan bandwith bagaimana? Jika saja pengguna internet tersebut juga memiliki bandwith tidak terbatas lalu bagaimana? Hal ini terjadi saat penulis memulai blognya dengan membuat sebuah blog tersebut ber-server hosting berbayar.

Hosting berbayar juga sangat dengan bandwith ini. Kemudian, dari penawaran yang diberikan sebuah perusahaan hosting tersebut penulis memilih untuk berlangganan sebuah hosting dengan kapasitas isi 150 MB (hal ini diisi untuk mesin blog) dan bandwith transfer sebesar 10 GB. Ini di tahun 2008. 4 tahun yang lalu. Dari sinilah penulis sendiri sering sekali mengecek bandwith yang ada pada blog.

Seminggu sekali bandwith di cek, di kontrol, jangan sampai kelebihan beban. Begitupun jika sudah hampir 1 bulan, cek bandwith sudah merupakan hal rutin layaknya makan sehari-hari. Namun, hal aneh pun terjadi. Pada tahun 2012 sekarang ini. Tepatnya pada tahun 2011, penulis mencoba berlangganan hosting di perusahaan lain berbeda dari perusahaan di tahun 2008.

Lalu, dengan demikian kapasitas isi berjumlah 150 MB namun bandwith-nya unlimited (tak terbatas). Kok, bisa? Ini yang mengherankan. Sebelumnya perusahaan hosting tempat penulis menggunakan untuk blog, bandwith dibatasi seperti layaknya diatas. Pada saat itu bandwith menggunakan server dari US (united states).

Namun setelah drop dan dipindahalihkan ke server bandwith Indonesia, kapasitas bandwith yang saya dapati lebih besar, yaitu tak terbatas. Kelebihannya ini penulis gunakan untuk ketenangan batin. Ya, tidak lagi mengecek bandwith website secara rutin seperti dulu.

Tidak juga dalam setiap minggu mengakses cPanel untuk melihat berapa habisnya bandwith, mengeceknya kira-kira cukup tidak untuk beberapa minggu kedepan. Karena kebocoran bandwith sebelum waktunya, atau akhir bulan sama saja bencana. Karena pengunjung web yang rutin akan sangat kesulitan membaca blog penulis karena web tidak bisa diakses. Selain dari sisi web, penulis juga mengalami kendala dari sisi bandwith modem atau koneksi internet ini.

Pernah beberapa kali penulis melaporkan kondisi ini kepada pihak perusahaan melalui email. Karena penulis sendiri tidak bisa mengakses blog/web maka daripada bingung, penulis kirim surat pertanyaan. Hasilnya? Dari pihak perusahaan mengaku sudah mengecek bandwith websitenya dan belum kehabisan kuota. Masih ada beberapa GB lagi.  Setelah dicek lagi, ternyata penulis kehabisan bandwith untuk langganan internet ini.

Cek bandwith dan ternyata benar, jika bandwith untuk langganan internet lebih cepat habisnya. Banyak sebenarnya program atau software gratisan yang bisa membatasi penggunaan bandwith harian. Ya, dengan software tersebut, anda bisa membatasi penggunaan bandwith harian, mengecek bandwith dan membagi bandwith pada hariannya. Jika Anda sudah mencapai pembatasan bandwith harian maka otomatis internet anda akan terputus dengan sendirinya.

Memang tidak nyaman, tapi ini demi keperluan Anda menggunakan internet. Cek bandwith berkala, dan menggunakannya setiap hari. Apalagi sangat bermanfaat cara ini untuk pekerjaan Anda yang notabene membutuhkan akses internet setiap hari. Dengan pekerjaan atau hobi sebagai admin sebuah blog/website perlu sering-sering mengecek bandwith. Jangan dijadikan beban.

Karena, mengecek bandwith adalah rutinitas yang bisa dibiasakan. Cobalah setiap pagi dalam kurun waktu seminggu sekali. Di hari minggu, di akhir pekan, cek bandwith website anda, cek bandwith internet anda. Cek semua bandwith yang Anda gunakan. Jika memang anda menggunakan melebihi dari kapasitas, maka segeralah untuk melakukan penambahan kuota bandwith.

Sisihkan uang bulanan untuk konsumsi internet anda. Bandwith yang fakir/kurang hanya akan membuat aktivitas internet anda terganggu. Jangan sampai juga dengan menyepelekan rutinitas mengecek bandwith, maka anda akan mendapatkan masalah di bulan depan. Internet sudah menjadi gaya hidup, bahkan sebagian besar sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Akses dari komputer, dari gadget, handphone, smartphone, tablet, darimanapun sekarang internet menjadi kebutuhan. Ayo cek bandwidth, bandwith website/blogmu.

Artikel Terkait:

  • Tidak Ada Artikel Terkait