Hacker yang Berjasa Dalam Teknologi Informasi

http://icon-icons.com/icons2/800/PNG/512/_whatsapp_icon-icons.com_65789.png  : 08111742529 - 08129123920
Dengan Yosef Setyawan

Hacker

Istilah Hacker

Istilah ini pastilah tidak asing lagi bagi kita, terutama yang bergelut di bidang Teknologi Informasi. Hacker identik dengan kejahatan di dunia maya. Misalnya saja pembobolan rekening bank secara online, pengambilan data-data rahasia, ataupun juga kejahatan-kejahatan lain yang berhubungan dengan dunia Teknologi Informasi.

Dalam film-film, digambarkan betapa seorang hacker ini melakukan kejahatannya dengan menyusup di sistem komputer dan mengambil apa yang dia perlukan. Tetapi, mungkin tidak semua tahu bahwa istilah hacker yang identik dengan kejahatan ini sebenarnya adalah salah kaprah. Kesalahan tentang mengartikan hacker ini jarang sekali diluruskan dan mengakibatkan orang yang menyebut dirinya adalah seorang hacker, menjadi dijauhi.

Padahal arti dari hacker sendiri adalah orang yang bekerja untuk mengembangkan program-program dari komputer. Misalnya saja orang yang menyempurnakan sebuah program yang sudah ada, ini dinamakan hacker. Sedangkan orang-orang yang melakukan kejahatan di bidang Teknologi Informasi ini dinamakan cracker.

Penggunaan istilah yang salah kaprah ini mungkin dianggap tidak terlalu penting bagi sebagian orang. Tetapi bagi sebagian orang lain, istilah yang salah kaprah ini adalah sebuah kesalahan yang fatal dan mengakibatkan banyak kerugian. Kerugian ini bisa saja bukan hanya dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk non material. Karena bisa jadi karena salah dalam mengartikan istilah ini, seorang hacker yang menggunakan ilmunya untuk kepentingan orang banyak, malah ditangkap dan ditahan oleh polisi ketika ada kasus kejahatan dalam bidang Teknologi Informasi.

Kesalahan ini semakin menyebar dengan adanya film-film yang membahas tentang hacker ini. Dalam film-film tersebut, penyebutan hacker sebagai orang yang melakukan kejahatan di bidang Teknologi Informasi sangatlah jelas. Bahkan istilah tersebut pernah dijadikan suatu judul film. Akibatnya, semakin banyak orang yang akan mengira bahwa hacker adalah orang yang melakukan kejahatan di bidang Teknologi Informasi, terutama kejahatan yang menggunakan internet sebagai medianya.

Semakin banyaknya orang yang salah dalam mengartikan istilah hacker ini dikarenakan sebuah film adalah sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan sebuah pesan karena saat ini film adalah sarana hiburan yang menjadi pilihan banyak orang. Semakin banyak orang yang melihat sebuah film, maka isi dari film tersebut akan semakin banyak tertanam di pikiran orang yang menontonnya. Karena itu, semakin banyak orang yang menonton film tentang hacker dan istilah hacker ini disalah artikan, maka akan semakin banyak orang yang salah dalam mengartikan istilah hacker ini.

Awal Mula Hacker dan Cracker

Istilah hacker ini muncul sekitar tahun 1960-an dan pertama kali digunakan oleh mahasiswa Tech Model Railroad Club yang bekerja di sebuah laboratorium Massachusetts Institut of Technology. Sekelompok mahasiswa ini bekerja untuk mengembangkan komputer dan program-program yang ada di dalamnya.

Istilah hacker sendiri digunakan untuk menyebut orang yang ahli dalam bidang pemrograman dan bisa menghasilkan program yang lebih baik dari program sebelumnya yang sudah ada. Istilah ini kemudian populer di kalangan masyarakat dan menyebut orang-orang yang ahli dalam pemrograman komputer sebagai hacker.

Karena itulah, saat kejahatan dalam bidang sistem komputer ini pertama kali dilakukan pada tahun 1983 di Amerika Serikat dengan membobol 60 komputer, istilah hacker inilah yang digunakan untuk menyebut pembobol komputer ini.

Dan hacker yang memang menggunakan ilmunya untuk kebaikan manusia dengan meningkatkan program-program komputer, tidak terima dengan penggunaan istilah hacker untuk menyebut para pelaku kejahatan tersebut. Para hacker ini menyebut orang-orang yang melakukan kejahatan tersebut sebagai cracker.

Hacker sendiri mempunyai penilaian bahwa cracker hanyalah orang-orang malas yang ingin menggunakan ilmunya dalam bidang Teknologi Informasi, terutama pemrograman komputer, untuk kepentingannya sendiri dan dengan cara yang tidak benar. Misalnya saja membobol jaringan komputer  bank ataupun jaringan komputer keamanan.

Perkumpulan Hacker vs Perkumpulan Crakcer

Hacker di seluruh dunia, mempunyai perkumpulan  yang biasa  mengadakan pertemuan sekali dalam setiap tahunnya di Las Vegas sekitar pertengahan bulan Juli. Acara ini mempertemukan semua hacker dari seluruh dunia dan memungkinkan sesama hacker yang satu dengan yang lain saling bertukar informasi tentang perkembangan dunia pemrograman komputer. Acara yang diikuti oleh semua hacker dari seluruh dunia ini biasa disebut dengan Def Con.

Selain pertemuan setahun sekali yang diadakan di Las Vegas, ada perkumpulan dari para hacker yang mengkhususkan diri untuk pengembangan program dan game. Kelompok ini biasa disebut dengan digigumi. Digigumi  biasanya menggunakan teknik-teknik tertentu untuk mengembangkan suatu game.

Misalnya saja dengan menggunakan teknik heksadesimal untuk menterjemahkan bahasa dari satu game menjadi bahasa lain yang diinginkan, misalnya saja mengubah bahasa Inggris menjadi bahasa Indonesia. Digigumi ini berfokus dalam teks bahasa untuk game.

Sama halnya dengan hacker, cracker juga mempunyai perkumpulan-perkumpulan. Tetapi, biasanya cracker ini bersifat tersembunyi dan wilayahnya hanya mencakup satu negara. Salah satunya yang cukup terkenal adalah kelompok Cn Girl Security Team. Kelompok ini terdiri dari lebih 2.200 perempuan dari Cina. Ulah cracker ini cukup meresahkan para pemilik website. Bahkan, raksasa Google menghentikan operasionalnya di Cina karena serangan dari kelompok cracker.

Sekitar awal tahun 2012, kelompok ini menjadi berita hangat di seluruh media dunia. Yang paling mengejutkan adalah bahwa pemimpin dari kelompok cracker yang mengkhawatirkan adalah seorang wanita cantik bernama Xiao Tian. Selain kelompok dari Cina tersebut, masih banyak kelompok cracker lain yang biasanya bergerak di  bawah tanah.

Hacker vs Cracker

Karena mempunyai peran yang berbeda, baik hacker dan cracker ini sering mengalami benturan-benturan. Mulai dari zaman saat pertama kali istilah hacker dikenalkan sampai saat ini. Hacker sering tidak terima jika ada cracker yang merusak sistem komputer dari suatu badan usaha. Akibatnya, banyak hacker yang bekerja khusus untuk melawan serangan cracker terhadap suatu pearusahaan.

Bahkan, biasanya para hacker yang bekerja pada perusahaan untuk keamanan sistem komputer ini adalah mantan cracker yang sudah sadar atas kesalahannya. Karena, tidak semua cracker tersebut menyerang sistem keamanan komputer untuk kepentingan tertentu misalnya saja untuk mendapatkan uang.

Banyak cracker yang menyerang sistem kompuer online yang terhubung ke internet suatu perusahaan hanya untuk mencoba sejauh mana ilmu yang dimilikinya dalam keamanan komputer. Biasanya, orang-orang yang menjadi cracker tersebut, sadar atas kesalahannya karena ditangkap oleh polisi dan mendapat hukuman dari pihak yang berwajib.

Apalagi saat ini undang-undang dunia internet sedang digodok di hampir semua negara dan akan memberikan hukuman yang berat kepada orang-orang yang melakukan kejahatan di internet. Para hackerlah yang berjasa untuk melacak siapa cracker yang menyerang sebuah sistem komputer yang terhubung ke internet.

Bisa dibilang bahwa kebanyakan dari hacker terkenal biasanya pernah melakukan penyusupan ke sistem komputer dan menjadi cracker. Dan dengan kemampuannya tersebut, banyak cracker yang kemudian menjadi hacker dan menjadi konsultan sistem keamanan komputer di perusahaan-perusahaan besar serta mencoba untuk melihat celah keamanan dari sistem komputer tersebut.

Pernahkah Anda menyaksikan film berjudul “Hacker “ yang diperankan oleh Angelina Jolie? Atau “The Net” yang diperankan oleh Sandra Bullock? Kedua film ini mengisahkan perjalan seorang hacker.

Belum lama ini salah satu stasiun televisi nasional memutar film yang berjudul “Swordfish” yang diperankan John Travolta dan Hugh Jackman. Film ini mengisahkan seorang yang terobsesi melindungi negara (John Travolta) yang menyewa seorang ahli komputer (Hugh Jackman) untuk membongkar keamanan jaringan (nge-hack/meretas) sebuah bank dan mentransfer uang sejumlah besar pada rekening yang telah ditentukan.

Lalu sebenarnya, apakah film ini dapat termasuk kategorihacker? Apakah aktifitas tersebut dapat disebut sebagai proses hack?

Di Balik Hacker

Peretas (lebih umum disebut hacker), merupakan seseorang memiliki teknik yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya dapat membuat, memodifikasi, bahkan merancang ulang sebuah sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti software atau hardware komputer seperti program komputer, data-data komputer, bahkan sistem keamanan yang telah dirancang.

Biasanya dipublikasikan secara terbuka atau memberitahukan pada orang yang merancang program atau sistem tersebut yang diretasnya.

Bagaimana sebenarnya profesi hacker itu dimulai? Menurut salah satu ensiklopedia bebas “Wikipedia” aktifitas hacker mulai muncul sejak  awal tahun 1960-an yang dimulai para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Mahasiswa tersebut merupakan termasuk salah satu perintis perkembangan teknologi komputer. Mereka selalu bergulat dengan komputer-komputer mainframe yang saat itu termasuk alat yang canggih.

Hacker yang dalam bahasa Indonesia disebut peretas awalnya merupakan hal yang positif untuk menyebut seseorang yang memiliki keahlian yang baik dalam bidang komputer yang dapat membuat program yang lebih baik atau memperbaiki kelemahan yang terdapat dalam program sebelumnya.

Hacker Vs Cracker

Bertahun kemudian, image hacker berubah menjadi buruk dikarenakan adanya segelintir orang melakukan aktifitas hacking dengan tujuan buruk, seperti merusak atau menggunakan informasi yang diperoleh untuk tujuan kejahatan. Orang yang melakukan aktivitas ber-image negatif ini disebutcracker.

Sangat disayangkan banyak jurnalis maupun penulis salah mengartikan penggunaan perbedaan penggunaan kata hacker dan cracker, sehingga pemikiran yang berkembang di masyarakat meyakini bahwa hacker-lah yang mengakibatkan kerusakan ataupun kerugian pada pihak tertentu seperti seperti menyisipkan virus, mengubah kode program sesuai keinginan mereka, mengubah tampilan halaman suatu website dan sebagainya.  

Cracker-lah yang biasanya menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem.

Bagi orang-orang yang biasa menggunakan teknologi komputer atau internet biasanya akan sangat menghargai keberadaan para hacker tersebut. Mungkin karena mereka lah teknologi komputer dan internet dapat selalu berkembang dan senantiasa memperbaiki kekurangan serta kelemahan yang ada, agar senantiasa menjadi sistem yang lebih baik.

Berbagai kelemahan sistem yang ada bahkan diperbaiki oleh hackersecara sukarela hanya karena hobi dan tidak jarang membagi hasil hacking-nya secara cuma-cuma di internet agar dapat dimanfaatkan atau disempurnakan kembali oleh orang lain.

Secara singkat mungkin dapat digambarkan hacker merupakan orang yang dengan prinsip “kemerdekaannya” dapat menyelesaikan masalah bahkan membangun/memperbaiki sistem sedangkan cracker merupakan orang yang merusaknya.

Istilah pencarian yang masuk ke halaman ini, al :

gambar orang di infus (98),advan s34d (56),foto orang di infus (41),gambar orang diinfus (35),Foto orang diinfus (26),perangkat lunak yg berfungsi merawat sistem komputer (11),3 komponen yng mendukung oprasonal komputer (1),Jelaskan 3 komponen yg mendukung oprasional komputer (1),tiga komponen yg mengandung oprasional komputer (1)

Artikel Terkait:

  • Tidak Ada Artikel Terkait