Menguak Manfaat dan Efek Samping Kemoterapi

http://icon-icons.com/icons2/800/PNG/512/_whatsapp_icon-icons.com_65789.png  : 08111742529 - 08129123920
Dengan Yosef Setyawan

Efek Samping Kemoterapi

Efek Samping Kemoterapi

Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar tentang kemoterapi? Tentunya kemoterapi tak lepas dari penyakit tumor dan kanker, bukan? Menurut para ahli, terdapat lebih dari 130 macam kanker yang akan mempengaruhi kondisi tubuh si penderita, lengkap dengan berbagai jenis penanganan dan karakteristik yang berbeda.

Namun, seluruh macam kanker ini ternyata memiliki kesamaan, yaitu mempunyai karakteristik: tersusun dari sel-sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat dalam waktu singkat dan dapat tumbuh serta berkembang tanpa kontrol. Di sinilah fungsi kemoterapi dibutuhkan. Kemoterapi mempunyai manfaat untuk mengenali secara baik sel-sel kanker tersebut dan dapat menghancurkannya secara cepat serta tuntas.

Sejak tahun 1950-an, kemoterapi telah digunakan untuk meringankan penderita kanker serta memberikan harapan kesembuhan total. Pemberian kemoterapi dapat dilakukan setelah atau pun sebelum pembedahan dilakukan. Tindakan kemoterapi ini terkadang dilakukan dengan melakukan terapi radiasi, namun bisa juga tidak.

Tujuan utama dari kemoterapi ini adalah untuk menumpas sel-sel kanker hingga ke bagian akarnya yang kemungkinan tidak dapat dijangkau oleh pisau bedah. Selain itu, kemoterapi juga berfungsi agar sel-sel kanker dapat dikontrol dan tidak menyebar serta berbiak secara liar.

Kemoterapi pada Pengobatan Kanker

Untuk pengobatan pada kanker, kemoterapi dapat diaplikasikan dengan beberapa cara, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Kemoterapi sebagai terapi utama untuk pengobatan pada pasien penderita kanker. Hal ini dimaksudkan untuk memberantas sel-sel kanker secara tuntas.
  • Kemoterapi sebagai terapi tambahan. Biasanya ini dilakukan pada pasien penderita tumor yang baru melakukan pembedahan atau pun radiasi. Diharapkan sel-sel tumor menjadi bersih dan tak bersisa.
  • Kemopterapi sebagai terapi paliatif. Biasanya ini dilakukan pada pasien penderita kanker pada stadium lanjut atau 4B, saat sel-sel kanker telah menyerang beberapa organ penting dalam tubuh. Kemoterapi pada penderita ini dilakukan dengan maksud untuk mengontrol pertumbuhan sel-sel kanker.

Kemoterapi tidak bisa langsung diputuskan untuk diberikan kepada pasien. Dokter akan melakukan berbagai rangkaian pemeriksaan sebelum memutuskan untuk memberikan terapi kemo kepada pasien. Pemeriksaan ini mencakup fungsi hati dan ginjal.

Bentuk Kemoterapi

Kemoterapi dapat diberikan dengan beberapa bentuk tindakan, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Melalui tablet atau pun kapsul. Pemberian kemoterapi lewat cara ini tergolong paling praktis karena dapat dilakukan oleh pnederita di rumah.
  • Melalui suntikan atau pun injeksi (dilakukan di bawah kulit, pada jaringan otot, atau pun pada rongga tubuh). Pemberian kemoterapi lewat cara ini, penderita dapat melakukannya di klinik, rumah sakit, ruang praktek dokter, atau bila memungkinkan di rumah.
  • Melalui infus. Pemberian kemoterapi dengan infus harus dilakukan oleh paramedis yang sudah terlatih dan mumpuni. Pemberian kemoterapi dengan infus dapat dilakukan di rumah sakit ataupun klinik khusus.

Frekuensi pemberian kemoterapi pada pasien bergantung dari jenis, stadium, dan tingkat kanker yang diderita.

Efek Samping Kemoterapi

Kemoterapi bukannya tanpa efek samping. Ada beberapa efek samping yang membuat banyak pasien mengurungkan diri untuk melakukan kemoterapi. Beberapa pasien mungkin tidak mengalami secara langsung efek samping kemoterapi, namun beberapa yang lainnya mengalami efek samping tersebut. Di antaranya adalah efek samping yang bersifat ringan dan efek samping yang mungkin diterima secara berat oleh tubuh pasien.

Semua efek samping tersebut akan bervariasi pada setiap pasien, tergantung dari kondisi tubuh pasien, stadium kanker, jenis serta bentuk pemberian kemoterapi, dan lain-lain.

Seorang pakar teknologi pangan dari Harvard, Jon Barron, dalam sebuah artikel medis berjudul “Chemoterapy, An Interisting Choice,” memberikan pendapat bahwa terdapat beberapa kerugian utama yang diderita oleh pasien yang menggunakan kemoterapi adalah bahwa kemoterapi tidak hanya membasmi sel-sel kanker, tetapi juga sel-sel sehat yang mengalami pembelahan diri secara cepat dan unik.

Inilah efek samping utama kemoterapi sehingga beberapa hal akan dialami pasien. Sel-sel sehat yang memiliki karakteristik membelah diri secara cepat tidak lepas dari efek kemoterapi sehingga hal ini akan berpengaruh kepada kesehatan pasien.

Sebagai ilustrasi sederhana, kemoterapi akan membuat sel-sel sehat yang membelah diri secara cepat termasuk di antaranya adalah sel-sel untuk melindungi tubuh atau sel-sel yang membuat ketahanan tubuh tinggi. Juga ikut mengalami kerusakan, tubuh pasien biasanya akan mudah terserang penyakit.

Sel-sel lainnya yang mempunyai karakteristik untuk membelah diri secara cepat adalah sel-sel yang terdapat dalam sumsum tulang belakang yang mempunyai fungsi utama sebagai pusat produksi sel darah merah. Sel-sel lainnya adalah sel-sel yang terdapat dalam folikel rambut. Inilah mengapa kita seringkali melihat pasien kanker yang menjalani kemoterapi mengalami kerontokan rambut dengan sangat cepat. Sel-sel lainnya adalah sel-sel yang terdapat dalam perut dan usus.

Selanjutnya, efek kemoterapi tidak hanya berlangsung kepada sel-sel tubuh yang berbiak cepat, namun juga meracuni sel-sel darah. Seharusnya kemoterapi hanya menyerang sistem sel kanker, namun hal ini ternyata berakibat juga pada sel-sel darah merah. Inilah alasan kenapa kita seringkali menemukan bahwa penderita kanker yang menjalani terapi kemo mengalami mual, muntah, shock perut, kram, lemas, letih, dan kurang memiliki nafsu makan yang baik.

Beberapa jenis dan bentuk kemoterapi mempunyai efek yang tidak baik untuk dinding usus karena membuatnya terkelupas dan luka. Selain itu, efek buruk juga akan dirasakan oleh organ reproduksi sehingga menyebabkan kesulitan untuk memperoleh keturunan (infertil).

Daya ingat pun akan mengalami penurunan. Beberapa panca indera juga mengalami penurunan fungsi seperti berkurangnya daya denga  dan daya lihat. Beberapa pasien juga dapat mengalami kerusakan ginjal. Luka-luka kecil pada tenggorokan dan mulut juga bisa menyertai pasien. Kemungkinan lainnya adalah tubuh mengalami perdarahan dan memar-memar karena ketidakmampuannya dalam melawan infeksi.

Melihat beberapa efek samping yang muncul, seringkali pasien akan mundur dari kemoterapi. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk meminimalisir efek samping kemoterapi sehingga tubuh tidak akan mengalami efek buruk secara maksimal seperti uraian di atas. Lagipula efek samping kemoterapi adalah bersifat sementara. Setelah selesainya terapi kemo, sel-sel tubuh Anda akan kembali membaik dan berfungsi seperti sediakala.

Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

Ada beberapa kiat khusus yang dapat dilakukan oleh pasien yang sedang menjalani kemoterapi untuk meminimalisir efek buruk dari kemoterapi, di antaranya yang paling utama adalah ketenangan secara spiritual dan kesiapan psikologis pasien dalam menjalani terapi kemo. Kepercayaan dan dukungan serta pengertian dari keluarga dan orang-orang terdekat terhadap pasien juga sangat diperlukan.

Di bawah ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pasien untuk meminimalisir efek samping dari kemoterapi.

1. Mengatasi Efek Samping Kemoterapi – Puasa

Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Southern California di Los Angeles pada 2010 lalu, dengan meneliti 10 penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, didapatkan sebuah hasil yang mencengangkan bahwa puasa dapat meringankan efek samping kemoterapi.

Saat seorang pasien berpuasa, maka sel kanker akan mengalami kelaparan sehingga sel-sel kanker tidak akan mendapatkan nutrisi untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Pada kondisi kelaparan tersebut, sel-sel normal akan berhenti melakukan pembelahan, sedangkan sel-sel kanker akan terus mengalami pembelahan dan dapat menjadi lemah serta mati karena adanya kemoterapi.

2. Mengatasi Efek Samping Kemoterapi – Jahe

Saat menjalani kemoterapi seringkali pasien mengalami rasa mual, menurunnya nafsu makan, hingga kesulitan untuk mengunyah makanan. Jahe diyakini memiliki khasiat khusus untuk meredam rasa mual, muntah, dan menurunnya nafsu makan sehingga seorang pasien dapat mencerna makanan secara baik.

Bentuk jahe dapat dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan seseorang untuk mengonsumsinya. Untuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi, maka jahe dapat dijadikan salah satu resep yang dianjurkan dokter untuk mengatasi efek samping kemoterapi. Selain itu, kapsul jahe dapat digunakan untuk semua kalangan baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Nah, kini berobat dengan kemoterapi tidak sengeri yang dibayangkan, bukan?

Istilah pencarian yang masuk ke halaman ini, al :

download efek aquamarine for android (44),analisa sintesa pemasangan infus (37)

Artikel Terkait:

  • Tidak Ada Artikel Terkait