Konsultasi dr Boyke: Kesehatan, Seks dan Cinta

Konsultasi dr Boyke

Konsultasi dr Boyke

Seks adalah karunia Tuhan. Setiap saat seks menjadi bahasan perbincangan popular. Seks juga diteliti, dan terus dicari penemuan-penemuan terkini agar pasangan seks menemukan kepuasan dan ketenangan batin. Sebab, untuk apa ngeseks kalau ternyata malah membuat gelisah.

Oleh karena itu, pasangan menikah biasanya mendatangi pusat-pusat konsultan seks untuk mendapat bimbingan. Kendati demikian, mereka tetap saja merasa kebutuhan seksnya belum terpenuhi. Konsultan seks era 1980-1990 di Indonesia mungkin yang paling terkenal adalah dr. Naek L. Tobing. Konsultasi seks beliau antara lain dimuat di majalah Matra.

Akan tetapi, kalau ditanya siapakah pakar seks yang saat ini paling bersinar dan terkenal? Kita semua mungkin sepakat menjawabnya dr. Boyke Nugraha. Dokter yang satu ini selalu ceplas-ceplos dalam menerangkan seks dan selalu saja mengundang tawa. Dan entah sudah berapa banyak artikel, seminar, tanya-jawab seks dan konsultasi dr Boyke yang sudah dimuat di media cetak, elektronik, dan online.

Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai hal apa saja yang bisa dikonsultasikan kepada para ahli seksolog, ada baiknya kita juga mengetahui latar belakang seksolog yang terkenal ini, yakni dr. Boyke. Berikut adalah biodata singkat mengenai dr sekaligus seksolog tersebut.

Sekilas Tentang Dokter Boyke Nugraha

Boyke Dian Nugraha, lahir 14 Desember 1956 di Bandung, beristrikan dr. Hj. Ferry Lasemawati, Sp Rad. Dikarunia anak, yaitu Dhima Paramitha, Dhila Puspitha, dan Dhitya Prasetya Dian Nugraha.

Dokter Boyke sempat membintangi tiga film yang berjudul: Basahhh (2008), Drop Out (2008), dan Cintaku Selamanya (2008). Beliau juga menulis buku yang berhubungan dengan tema seks seperti It’s All About Sex, Sex & Problema, Sex & Problema For Teen.
Problematika Seks

Masalah seks yang sering dikonsultasikan adalah seputar hal-hal berikut.

  • Kepuasan seks
  • Frekuensi ideal berhubungan intim
  • Ukuran penis
  • Ejakulasi dini
  • Istri “dingin” menjelang menopause
  • Keperawanan/keperjakaan
  • Onani (masturbasi)
  • Dildo (alat bantu seks)
  • Olah raga yang menunjang aktivitas seks
  • Makanan atau suplemen pembangkit gairah
  • Seks pranikah
  • Seks selagi hamil
  • Posisi dalam berhubungan seks
  • Seks oral
  • Seks anal
  • Imajinasi atau sensasi seks
  • Pubertas
  • Kebersihan kelamin vagina
  • G-Spot (titik genetikal pada kelamin wanita)
  • Orgasme
  • Video seks
  • Kehamilan dan keinginan memiliki anak
  • Poligami
  • Seks saat puasa
  • Istri simpanan
  • Seks dan gaya hidup
  • Seks dan pekerjaan
  • Seks dan kesehatan
  • KB
  • Variasi seks
  • dan lain sebagainya

Frekuensi Seks Ideal

Jika Anda dan pasangan baru saja melangsungkan pernikahan, maka pertanyaan mengenai frekuensi hubungan seks yang ideal mungkin bukan menjadi prioritas Anda. Namun, bagi pasangan yang sudah membina hubungan rumah tangga dalam waktu yang cukup lama mungkin pertanyaan tersebut menjadi sangat penting.

Kesibukan pekerjaan suami dan pekerjaan rumah tangga isteri, atau kelahiran anak mungkin menjadi faktor utama yang membuat Anda dan pasangan yang telah lama menikah menjadi tidak terlalu intens dalam melakukan hubungan seksual.

Hal tersebut tentu saja menjadi satu hal yang mungkin bisa menjadi kendala dalam urusan rumah tangga. Sang suami atau sebaliknya bisa saja merasa jenuh dan bosan sehingga enggan melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Oleh sebab itu, dibutuhkan pula pengetahuan mengenai frekuensi yang ideal dalam melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda.

Menurut dr Boyke, frekuensi yang baik untuk melakukan hubungan seksual bagi pasangan suami isteri adalah satu sampai empat kali dalam seminggu. Tidak hanya itu, hubungan seksual suami isteri juga sebaiknya dilakukan dengan teknik dan variasi tertentu sehingga tidak terkesan monoton dan membosankan.

Kepuasan Seksual

Untuk mendapatkan kepuasan seksual, Anda dan pasangan bukan hanya perlu melakukan hubungan seksual. Anda dan pasangan juga perlu melakukan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal, mengenai hal-hal yang menyangkut hubungan seksual.

Ketika tidak sedang melakukan hubungan seksual, atau sebelum dan sesudah melakukan hubungan tersebut, ada baiknya jika Anda dan pasangan berkomunikasi mengenai hal-hal yang Anda inginkan saat berhubungan.

Misalnya saja, posisi hubungan intim seperti apa yang Anda atau pasangan ingin lakukan, berapa lama foreplay yang ingin dilakukan atau dibutuhkan untuk membuat Anda dan pasangan bisa menikmati hubungan seksual dengan sangat menyenangkan.

Selain itu, Anda dan pasangan juga bisa saling bercerita mengenai hal-hal yang tidak disukai saat pasangan melakukan sesuatu atau cara apa yang bisa membuat Anda tidak merasa jenuh dengan hubungan seksual tersebut.

Dengan komunikasi seperti itu, maka Anda dan pasangan pun akan semakin terbuka dalam hal mendapatkan kepuasan seksual. Sementara itu, komunikasi lain juga perlu dilakukan saat Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual.

Saat berhubungan, gunakan bahasa tubuh untuk menunjukkan posisi seperti apa yang Anda inginkan, serta daerah tubuh mana yang ingin disentuh oleh pasangan Anda sehingga selain mendapatkan kepuasan setelah bercinta, Anda dan pasangan pun bisa menambah rasa saling mencintai dan saling pengertian satu sama lainnya.

Seputar Area Miss V dan Sir P

Berbicara tentang seks, berarti kita berbicara juga mengenai alat reproduksi, yakni vagina dan penis. Beberapa orang, termasuk Anda, mungkin pernah mengalami hal-hal yang membuat bingung atau menghambat hubungan seksual dengan pasangan.

Misalnya saja, ada yang penisnya sulit untuk tegang atau dengan kata lain mengalami disfungsi ereksi. Hal tersebut tentu saja mengganggu hubungan seksual anda dan pasangan karena tanpa ereksi, tidak mungkin terjadi penetrasi.

Jika Anda atau pasangan mengalami hal ini, maka segera kunjungi dokter agar bisa dilakukan penanganan secepatnya sebelum pasangan Anda berpaling karena hal tersebut.

Sebaliknya, perempuan pun memiliki alat reproduksi berupa vagina yang akan mengeluarkan cairan serupa lendir jika terangsang. Namun, ada kalanya vagina tidak mengeluarkan cairan saat hendak melakukan hubungan seksual.

Hal tersebut bisa disebabkan oleh kurangnya stimulus dari pasangan terhadap perempuan sehingga si perempuan tidak merasakan rangsangan tersebut.

Menurut dr Boyke, suami perlu melakukan rangsangan lebih terhadap daerah sensitif wanita, seperti bagian leher, payudara, dan klitoris. Atau mungkin ada bagian sensitif lain yang tidak sama dengan wanita lain sehingga perlu komunikasi antara suami dan isteri mengenai hal apa saja serta bagian tubuh mana saja yang bisa menimbulkan rangsangan.

Selain itu, untuk menghasilkan cairan saat dirangsang, wanita juga harus merasa rileks atau santai ketika hendak melakukan hubungan seksual. Karena ketegangan akan membuat vagina sulit mengeluarkan cairan pelumas.

Namun, jika sudah dilakukan berbagai rangsangan cairan yang keluar dari vagina masih juga sedikit, maka suami bisa menggunakan baby oil atau air ludah untuk bisa melakukan penetrasi. Namun, jangan memasukkan alat bantu berbahan kimia ke dalam vagina bagian dalam.

Pesan dari dr. Boyke

Dalam berbagai kesempatan berbicara di depan publik, dr. Boyke senantiasa mengingatkan agar remaja berhati-hati dalam pergaulan bebas.

Selain itu, untuk pasutri (pasangan suami istri) terutama laki-laki jangan berkecil hati dengan ukuran penis yang kecil antara 10-15 cm, karena letak pusat orgasme perempuan (G-Spot) adalah 1/3 pada bagian atas vagina. Jadi, penis kecil pun bisa memuaskan gairah perempuan.

Khusus untuk perempuan, jangan mengejek suami yang ejakulasi dini, tetapi dukunglah suami supaya bisa berbuat yang terbaik. Lakukan komunikasi, toleransi, dan lewatkan waktu bersama dengan cinta dan hidup sehat.

Istilah pencarian yang masuk ke halaman ini, al :

harga konsultasi dr boyke (133),kumpulan konsultasi seksologi dr naek l tobing (18),tarif dokter boyke (18),biaya konsultasi dokter boyke (17),dokter boyke praktek (14),kumpulan konsultasi dr nael l tobilng (2),praktek dr boyke dian nugraha (1),seks menurut dr naek lumban tobing (1),tarif dokter boyke di klinik pasutri (1),tarif konsultasi dokter boy (1),alamat dokter boi (1),konsultasi seksologi dr naek l tobing (1),harga konsultasi klinik dr boyke (1),di mna dokter boyke praktek (1),biaya konsultasi dokter seksolog (1),biaya konsultasi di dokter boyke (1),berapa biaya untuk konsultasi dr boyke (1),tempat praktek dokter boyke (1)

Artikel Terkait:

  • Tidak Ada Artikel Terkait