Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita

http://icon-icons.com/icons2/800/PNG/512/_whatsapp_icon-icons.com_65789.png  : 08111742529 - 08129123920
Dengan Yosef Setyawan

Kesehatan Reproduksi Wanita

Kesehatan Reproduksi Wanita

Masalah kesehatan reproduksi wanita masih perlu banyak penyuluhan tentang ini, karena masih banyak wanita Indonesia yang masih sangat awam tentang penyakit-penyakit yang membahayakan kesehatan reproduksi pada wanita. Disamping karena membicarakan alat kelamin merupakan bahasan yang masih dianggap tabu, juga karena masalah kesehatan pada umum belum mendapatkan priorotas. Kecuali jika sudah sakit, baru mau repot-repot soal kesehatan.

Tindakan-tindakan memang prefentif belum membudaya. Padahal masalah kesehatan termasuk masalah pokok kehidupan masyarakat, demikian juga kesehatan reproduksi pada wanita, sangat disayangkan bila sampai terabaikan.

Oleh sebab itu, mari kita membahas masalah kesehatan reproduksi pada wanita ini, dengan berbagai macam solusi sehat yang kita butuhkan untuk menjaga kesehatan reproduksi kita, agar kita dapat memelihara kesehatan reproduksi kita sendiri.

Bukankah wanita Indonesia yang sehat sejahtera adalah harapan kita semua. Apakah Anda seorang wanita? Kalau jawabnya “ya”, apakah Anda mengalami keputihan? Mungkin kalau ditanyakan kepada beberapa orang wanita, jawabnya bisa beragam.

Padahal sejujurnya tidak ada wanita yang tidak mengalami keputihan. Jika berbicara soal kesehatan reproduksi pada wanita, semua wanita mengalami keputihan. Hanya saja soal keputihan ini kebanyakan belum diketahui oleh mereka para wanita.

Keputihan bisa merupakan masalah kesehatan reproduksi pada wanita yang serius, tetapi bisa juga keputihan bukan masalah sama sekali. Penyakit keputihan ada dua macam jenis, jenis yang pertama disebut keputihan normal dan yang ke dua keputihan tidak normal.

1.    Keputihan normal

Keputihan normal adalah keputihan yang tidak membahayakan kesehatan reproduksi pada wanita. Seperti di atas telah dikatakan bahwa, setiap wanita pasti mengalami keputihan, setidaknya keputihan normal ini.

Mereka yang mengalami keputihan normal memang masih terbilang memiliki kesehatan reproduksi pada wanita yang baik, namun apabila hal ini dibiarkan, dapat meningkat juga menjadi keputihan yang tidak normal.

Keputihan normal ciri-cirinya, lendir tidak berwarna. Pada tingkatan paling rendah, lendir bening saja, tetapi pada tingkatan agak berat, lendir sudah mulai tidak bening, namun berwarna putih susu.

Ciri lain dari pada keputihan normal ini, cairan tidak berbau dan tidak terasa gatal. Dan sebenarnya penyebab dari pada keputihan ini adalah, akibat dari kondisi badan yang terlalu capek. Dan penyebab lainnya adalah karena stres.

Sekalipun keputihan normal ini masih tergolong sehat, tetapi tidak dapat dibiarkan begitu saja. Untuk mencegahnya, kurangi tekanan pikiran yang dapat menimbulkan stres. Dan kurangi beban pekerjaan yang menimbulkan capek berlebihan. Dengan pikiran nyaman dan pekerjaan yang tidak terlalu memforsir badan, maka keputihan normal ini dapat dihindari.

2.   Keputihan tidak normal

Apabila tingkat keputihan normal sering terjadi, dan perawatan terhadap kesehatan reproduksi pada wanita kurang diperhatikan, maka dapat menimbulkan keputihan tidak normal.

Keputihan tidak normal ini, sudah tidak dapat ditoleransi, harus segera dilakukan tindakan penyembuhan supaya tidak membahayakan kesehatan reproduksi pada wanita.

Keputihan tidak normal tandanya, cairan atau lendir berwarna, berbau menyengat, dan terasa gatal. Soal warna, dalam kondisi awal warnanya putih seperti keoutihan normal, tetapi sudah mulai terlihat kekuning-kuningan.

Tingkat berikutnya, bila masih belum teratasi, akan meningkat warnanya dari kekuning-kuningan menjadi kehijau-hjauan. Dan pada tingkatan akut, warna cairan sudah kemerah-merahan.

Pada kondisi terakhir, kesehatan reproduksi wanita telah lampu merah. Karena warna kemerahan pada cairan keputihan itu adalah tanda adanya infeksi. Biasanya bau sangat tidak enak dan sama sekali tidak bersahabat untuk dibawa dalam pergaulan. Sebaiknya segera lakukan tindakan penyembuhan, sebelum orang-orang di dekat Anda meninggalkan Anda.

Sebagai contoh untuk memahami soal tingkatan warna cairan atau lendir yang terjadi saat keputihan, dapat kita lihat proses peningkatan penyakit keputihan sama seperti yang terjadi ketika kita mengalami flu.

Pada tingkatan awal, hidung mengeluarkan lendir bening, dan kemudian apabila tidak segera teratasi, lendir di hidung yang bening itu berubah menjadi putih. Dan apabila flu terus meningkat, akan lendir akan berwarna kehijauan. Dan pada taraf yang parah akan berwarna kemerahan. Seperti itu pula yang terjadi pada kesehatan reproduksi wanita saat kita mengalami keputihan.

Demikian informasi penting tentang kesehatan reprduksi wanita khususnya masalah keputihan yang biasa dialami oleh semua para wanita. Untuk tingkat kondisi keputihan normal, bisa sewaktu-waktu terjadi, dan juga dapat hilang sendiri apabila kesibukan berkurang, dan pikiran tidak terlalu tertekan.

Namun untuk tingkat yang kedua, tidak bisa dibiarkan untuk sembuh atau hilang dengan sendirinya. Harus segera diupayakan pengobatan dengan cara merawat daerah kewanitaan agar kesehatan reproduksi kita tetap terjaga.

Cara Menjaga dan Merawat Daerah Kewanitaan

Kiranya perlu untuk kita ketahui bersama, bagaimana cara yang baik untuk melakukan perawatan terhadap alat vital atau kewanitaan, agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang mengganggu kesehatan reproduksi wanita.

1.    Pemerikasaan kesehatan reproduksi wanita secara berkala.

Biasanya dilakukan dengan tes kesehatan setahun sekali dengan Pap Test untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi secara lengkap dan menyeluruh.

2.    Gunakan pembalut yang baik saat Haid

Sebaiknya sesering mungkin mengganti pembalut saat haid. Artinya jangan sampai terlalu lama menunda, segera mengganti pembalut apabila darah telah keluar. Dan juga harus sering mengganti celana dalam saat haid.

3.    Menjaga kesehatan tubuh dengan mandi minimal dua kali sehari.

Dan hindari untuk menyabun vagina, karena dapat merusak flora normal yang da di bagian bibir vagina. Karena flora normal ini sangat bermanfaat bagi kesehatan reproduksi pada  wanita.

4.    Lakukan tindakan penyembuhan apabila keputihan terjadi.

Segera lakukan tindakan penyembuhan apabila keputihan terjadi. untuk penyembuhan terhadap penyakit keputihan, dapat dilakukan dengan menggunakan resep tradisional.

Resep warisan leluhur untuk menghilangkan keputihan telah banyak membantu para wanita Indonesia dari zaman ke zaman. Disamping murah, juga mudah, karena cukup dengan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang banyak tersedia di sekitar kita.

Gunakan daun sirih untuk mencuci organ kewanitaan yang terkena keputihan. Caranya dengan direbus terlebih dulu, kemudian air rebusan daun sirih itu digunakan untuk mencuci kewanitaan.

Namun perlu diperhatikan, karena daun sirih itu ada tiga macam, maka sebaiknya gunakan jenis daun sirih yang tepat sesuai kondisi keputihan yang dialami.

Untuk daun sirih yang berwarna hijau lebih tepat untuk menghilangkan rasa gatal, dan daun sirih yang berwarna kuning (jenis sirih kuning, bukan karena tua) lebih tepat untuk menghilangkan warna pada keputihan yang sudah berwarna.

Sedangkan untuk daun sirih merah, ini sangat baik dari kedua jenis sebelumnya, karena daun sirih merah, disamping dapat menhilangkan rasa gatal dan warna, juga dapat menghilangkan bau pada keputihan.

Begitulah cara perawatan yang baik untuk menjaga kesehatan reproduksi pada wanita, agar tetap sehat dan bebas dari gangguan penyakit kewanitaan yang membahayakan dan juga merugikan. Bahaya terhadap ancaman kesehatan reproduksi pada wanita bisa berdampak serius terhadap janin yang ada di dalam kandungan.

Dan ruginya, kesehatan reproduksi wanita itu adalah harapan untuk melestarikan keharmonisan rumah tangga, apabila terjadi penyakit pada bagian ini, tentu akan merugikan pasangan kita.

Semakin sering kita belajar tentang kesehatan reproduksi pada wanita, akan semakin banyak pengetahuan kita tentang masalah yang sesungguhnya teramat penting ini.

Pengetahuan seperti ini, sangat baik utuk dibagikan kepada sesama kaum wanita. Mungkin Anda mendapatkan kesempatan untuk berbagi dalam acara pertemuan ibu-ibu, dalam forum arisan, atau kegiatan PKK dan perkumpulan para istri pegawai.

Ambil kesempatan seperti ini untuk berbagi terhadap sesama wanita. Dengan begitu, kesungguhan kita sendiri akan semakin meningkat dalam hal menjaga kesehatan reproduksi wanita. Karena anak yang sehat dilahirkan dari ibu yang sehat pula.

Maka jelas bahwa, masa depan bangsa ada di rengkuhan kasih sayang seorang ibu. Dan menjaga kesehatan reproduksi wanita adalah salah satu bagian yang tidak dapat diabaikan. Semoga informasi ini bermanfaat, sehingga kita tetap sehat selamanya.

Artikel Terkait: