Pengertian Aborsi

http://icon-icons.com/icons2/800/PNG/512/_whatsapp_icon-icons.com_65789.png  : 08111742529 - 08129123920
Dengan Yosef Setyawan

Pengertian Aborsi

Pengertian Aborsi

Apa yang pertama kali terlintas dipikiran Anda tentang kata Aborsi? Aborsi identik dengan hal-hal negatif, beberapa orang masih dengan defenisi umum yang ia peroleh yakni perbuatan yang melanggar hukum, membunuh janin yang kelahirannya tidak diinginka. Namun, jika Anda mengetahui pengertian aborsi sebenarnya, Anda tentu akan bisa menempatkan kata aborsi pada tempatnya.

Berikut beberapa defenisi atau pengertian aborsi:
Pengertian Aborsi Menurut Kamus Bahasa Indonesia
Pengertian aborsi menurut Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), aborsi atau abortus adalah terpencarnya embrio yang tak mungkin lagi hidup (sebelum habis bulan keempat dari kehamilan; keguguran.

Pengertian Aborsi Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia

Pengertian aborsi menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia atau KBBI (Prof. Dr. JS. Badudu dan Prof. Sutan Mohammad Zain, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1996) abortus didefinisikan sebagai terjadi keguguran janin; melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu).

Pengertian Aborsi Menurut Info Kit on Woman’s Health

Pengertian Aborsi menurut Info Kit on Woman’s Health oleh Institute for Social, Studies and Action, Maret 1991 tentang Fact About Abortion dalam istilah medis, aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus), sebelum usia janin (fetus) mencapai 20 minggu.

Pengertian Aborsi Menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana
Pengertian aborsi menurut KUHP atau Kitab Undang-undang Hukum Pidana di Indonesia adalah

  • Pengeluaran hasil konsepsi pada setiap stadium perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu).
  • Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan (berat kurang dari 500 gram atau kurang dari 20 minggu).Dari segi medikolegal maka istilah abortus, keguguran, dan kelahiran prematur mempunyai arti yang sama dan menunjukkan pengeluaran janin sebelum usia kehamilan yang cukup.

Lebih lanjut, pembahasan tentang pengertian aborsi versi KUHP tetap digolongkan tindakan kriminal.

Pengertian Aborsi Menurut UU Kesehatan

Aborsi juga dibahas di UU Kesehatan. Pada UU Kesehatan, pengertian aborsi dibahas secara tersirat pada pasal 15 (1) UU Kesehatan Nomor 23/1992 disebutkan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Maksud dari kalimat ‘tindakan medis tertentu’, salahsatunya adalah aborsi.

Pengertian Aborsi Menurut Ilmu Kedokteran

Setelah bertualang ke berbagai sumber, pembahasan mengenai pengertian aborsi lebih tepat dibahas menurut ilmu kedokteran.Dalam dunia kedokteran, kata aborsi lebih dikenal dengan istilah ‘abortus’ atau menggugurkan kandungan. Pengertian aborsi atau abortus menurut dunia kedokteran adalah kehamilan berhenti sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur.

Jika sudah berbicara dengan menggunakan ilmu kedokteran, pembahasan dalam dan panjang tentang aborsi atau abortus tidak terhindarkan lagi. Selama ini kata aborsi selalu dikaitkan dengan tindakan negatif, tapi sebenarnya terdapat ketidaktepatan dalam menggunakan istilah aborsi.

Berikut adalah istilah-istilah dalam ilmu kedokteran tentang penggunaan kata  aborsi:

  • Spontaneous abortion adalah kandungan yang gugur disebabkan oleh trauma kecelakaan atau sebab-sebab alami.
  • Induced abortion atau procured abortion adalah pengguguran yang disengaja.

Pembagian induced abortion pun bermacam-macam berdasarkan alasan yang menyertai pengguguran janin.

  • Therapeutic abortion adalah pengguguran, karena kehamilan tersebut mengancam kesehatan jasmani atau rohani sang ibu, kadang-kadang dilakukan sesudah pemerkosaan.
  • Eugenic abortion: pengguguran terhadap janin yang cacat.
  • Elective abortion: pengguguran untuk alasan-alasan lain.

Jadi, istilah spontaneous abortion dalam bahasa sehari-hari berarti keguguran, sedangkan istilah  induced abortion adalah istilah yang dalam bahasa sehari-hari berarti  aborsi.

Jenis-jenis Aborsi atau Abortus

Setelah mendalami pengertian aborsi, Anda harus tahu juga klasifikasi dari aborsi atau abortus berdasarkan dunia kedokteran:

1. Abortus Spontanea merupakan abortus yang berlangsung tanpa tindakan. Abortus Spontanea dibedakan lagi menjadi 3:

  • Abortus imminens, pada kehamilan kurang dari 20 minggu terjadi perdarahan dari uterus (rahim), di mana janin masih di dalam rahim, serta leher rahim belum melebar (tanpa dilatasi serviks).
  • Abortus insipiens, istilah ini kebalikan dari abortus imminens, yakni pada kehamilan kurang dari 20 minggu, terjadi perdarahan, di mana janin masih di dalam rahim, dan diikutidengan melebarnya leher rahim (dengan dilatasi serviks).
  • Abortus inkompletus, Keluarnya sebagian organ janin yang berusia sebelum 20 minggu, namun organ janin masih tertinggal di dalam rahim.
  • Abortus kompletus, semua hasil konsepsi (pembuahan) sudah dikeluarkan.

2. Abortus Provokatus

Berbeda dengan abortus spontanea yang prosesnya tiba-tiba dan tidak diharapkan tapi tindakan abortus harus dilakukan, maka pengertian aborsi atau Abortus jenis provokatus adalah kebalikan dari Abortus spontanea.
Pengertian aborsi atau abortus jenis provokatus adalah jenis abortus yang sengaja dibuat/dilakukan, yakni dengan cara menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu atau kira-kira sebelum berat janin mencapai setengah kilogram.

Abortus Provokatus dibagi menjadi 2 jenis:

  • Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus, abortus yang dilakukan dengan disertai indikasi medik. Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu. Indikasi medis yang dimaksud misalnya: calon ibu yang sedang hamil tapi punya penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, bila kehamilan diteruskan akan membahayakan calon ibu serta janin, sekali lagi keputusan menggugurkan akan sangat dipikirkan dengan matang.
  • Abortus Provokatus Kriminalis, istilah ini adalah kebalikan dari abortus provokatus medisinalis, aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Dalam proses menggugurkan janin pun kurang mempertimbangkan segala kemungkinan apa yang akan terjadi kepada wanita/calon ibu yang melakukan tindakan aborsi illegal. Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.

3. Abortus Habitualis

Abortus habitualis termasuk abortus spontan namun habit (kebiasaan),  yang terjadi berturut-turut tiga kali atau lebih.

4. Missed Abortion

Kematian janin yang berusia sebelum 20 minggu, namun janin tersebut tidak dikeluarkan selama 8 minggu atau lebih, dan terpaksa harus dikeluarkan. Missed abortion digolongkan kepada abortus imminens.

5. Abortus Septik

Tindakan menghentikan kehamilan karena tindakan abortus yang disengaja (dilakukan dukun atau bukan ahli) lalu menimbulkan infeksi. Perlu diwaspadai adalah tindakan abortus yang disengaja, bisa membahayakan hidup dan kehidupan.

Penyebab Abortus

Anda melakukan sesuatu tentu ada alasannya, termasuk tindakan menggugurkan janin. Berikut beberapa penyebab keputusan abortus diambil:

1. Umur

Umur menjadi pertimbangan seorang wanita memilih abortus. Apalagi untuk calon ibu yang merasa masih terlalu muda secara emosional, fisik belum matang, tingkat pendidikan rendah dan masih terlalu tergantung pada orang lain. Masalah umur yang terlalu tua untuk mengandung pun menjadi penyebab abortus.

2. Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat

Jarak kehamilan yang terlalu rapat menjadi alasan abortus, karena jika tidak dilakukan abortus akan menyebabkan pertumbuhan janin kurang baik, bahkan menimbulkan pendarahan, hal itu disebabkan karena keadaan rahim yang belum pulih benar.

3. Paritas ibu

Paritas adalah banyaknya kelahiran hidup (anak) yang dimiliki wanita. Risiko paritas tinggi, banyak wanita melakukan abortus.

4. Riwayat Kehamilan yang lalu

Wanita yang sebelumnya pernah abortus, kemungkinan besar akan melakukan abortus lagi. Penyebab lainnya tentu masih banyak, seperti calon ibu yang memiliki penyakit berat hingga takut bila ia melahirkan anaknya, anaknya akan tertular penyakit pula, ada juga masalah ekonomi, banyak anak banyak pengeluaran, dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan pengertian aborsi beserta jenis dan penyebab abortus. Semoga Bermanfaat!

Istilah pencarian yang masuk ke halaman ini, al :

arti pleth (41),pleth adalah (19),pengertian sterilisator (13),pengertian infant warmer (12),avrcp pengertian (1)

Artikel Terkait:

  • Tidak Ada Artikel Terkait