Ilmu Kehidupan

http://icon-icons.com/icons2/800/PNG/512/_whatsapp_icon-icons.com_65789.png  : 08111742529 - 08129123920
Dengan Yosef Setyawan

Belajar Ilmu Kehidupan Dari Sekolah

Ilmu Kehidupan

Ilmu Kehidupan

Mengenai ilmu kehidupan dapat kita belajar dari pengalaman-pengalaman mahasisawa berikut ini. Salah satunya, mahasiswa ini memang termasuk dalam ekonomi pas-pasan bahkan minus. Dia meminta pekerjaan apa saja asal bisa menghasilkan uang untuk menyambung hidup dan membiayai pendidikannya di Bandung. Dia akhirnya banyak membantu menerjemahkan. Lumayan juga pendapatan dari menerjemahkan. Setelah lulus S-1, mahasiswa tadi datang lagi dan meminta saya memberi rekomendasi untuk bisa melanjutkan pendidikan S-2 di luar negeri. Dia lulus untuk bisa memperoleh beasiswa di AS dan Jepang. Dia memilih di AS. Kini sudah menyelesaikan S-2nya.

Pada kali yang lain, bersama keluarga makan di sebuah rumah makan di Bandung. Ada wajah pelayan yang saya akrab betul. Tapi saya ragu, di mana mengenalnya. Pelayan itu tersenyum saja ketika saya melihatnya. Dua hari kemudian, di depan kelas, “pelayan” tadi menghampiri saya. “Aku mau negur Bapak, malu…” Saya langsung jawab, “Kenapa malu, saya malah bangga ada mahasiswa saya yang berjuang menghidupi diri untuk menyelesaikan kuliah,” jawab saya. ilmu kehidupan

Makin hari saya makin terbiasa bertemu dengan mahasiswa saya yang bekerja, Ada yang nyambi jadi fotografer hajatan, ada yang jualan online, ada yang jual pulsa, ada yang jadi salesman buku teks perguruan tinggi. Selain ada juga beberapa mahasiswa yang memang sudah bekerja dan ingin memperbaiki karirnya dengan melanjutkan pendidikan. ilmu kehidupan

Bagaimana prestasi akademik mereka? Tidak berbeda jauh dengan kebanyakan mahasiswa pada umumnya. Mereka bukan tipe manusia yang sepenuhnya kuliah hanya untuk meraih gelar, yang biasa saya kategorikan sebagai mahasiswa “tholabul gelar“. Mereka bersungguh-sungguh belajar, sehingga benar dikategorikan sebagai mahasiswa yang tholabul ilmu. “Malu kan kalau jadi orang yang keberatan gelar. Ada gelar tapi kemampuan kosongf,” begitu pernah dikatakan mereka.

Pada kelompok mahasiswa yang sebagian waktunya dipakai untuk bekerja ini atau bekerja yang diselingi mengikuti perkuliahan ada kekaguman tersendiri. Namun bukan kekaguman itu yang penting yang saya rasakan. Melainkan adanya harapan terhadap sikap dan cara hidup baru generasi penerus.

Mereka sengaja memandirikan dirinya. Mereka mendidik dirinya dengan menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk memperoleh uang agar bisa menyambung hidup dan kuliah. Pengalaman nyata ini pasti berharga dan merupakan sarana belajar yang luar biasa dan pasti tidak diperoleh di ruang kelas.  Mereka belajar bukan hanya “ilmu akademik” namun juga “ilmu kehidupan”. ilmu kehidupan

Dari pengalaman mencari uang sendiri itu mereka memperoleh ilmu kehidupan, ilmu yang diperlukan untuk menjalankan peran sebagai manusia di tengah masyarakatnya. Mereka menggunakan segenap kemampuannya untuk mencari nafkah, mengelola waktu, belajar untuk menghindari kesenangan yang tidak perlu dan belajar menahan diri. Ilmu kehidupan seperti itulah yang diyakini bakal membentuk karakter. Karena karakter yang diajarkan dan ditanamkan di dalam kelas akan teruji di alam nyata. Mereka sudah mengujikannya sendiri.

Tentu saja tidak semua berhasil. Ada juga yang gagal. Seorang mahasiswa saya yang kuliah sambil berjualan di kaki lima, malah gagal dua-duanya. Gagal kuliahnya, gagal juga berniaganya. Tapi saya yakin, mereka belajar sendiri dari kegagalannya itu. ilmu kehidupan

Tidak banyak orang yang bisa belajar di dua tempat sekaligus untuk mendalami dua ilmu sekaligus. Ilmu akademik dan ilmu kehidupan sama-sama diperlukan untuk kehidupan.

Artikel Terkait:

  • Tidak Ada Artikel Terkait